sore itu bulan puasa,,sudah jadi kebiasaan di desaku orang -
orang jalan - jalan sore "ngabuburit" ngalor ngidul sekedar
menunggu waktu berbuka. Bersama anak perempuanku yang
berumur 3 tahun dan satu keponakan kurang lebih umurnya
sama kami juga melakukan aktivitas itu.
sebelum dilanjutkan saya ingin memperkenalkan tanah tempat lahirku ini.saya tinggal di desa yang terletak lebih kurang 70 km dari serang ibukota provinsi banten,45 km dari kab pandeglang dan 60 km dari ibukota kabupaten lebak. saya tinggal di desa keusik kec banjarsari kab lebak banten..yah..jarak yang lumayan jauh ke kabupaten untuk sekedar menyelesaikan kebutuhan administrasi.
jalan yang melewati daerahku adalah jalan kelas 3 milik provinsi yang menghubungkan pesisir banten dengan ibukota provinsi,melalui 3 kabupaten yaitu kab serang,kab pandeglang dan kab lebak.
kab lebak adalah berbatasan dengan wilayah bogor di bagian timur dan kab sukabumi di bagian selatan.
perkenalan yang panjang, sekarang kembali ke ngabuburitnya...
kenapa ngabuburit yang di ceritakan...yah memang bukan itu . saya justru ingin menceritakan kondisi jalan tempat favorit kami jalan jalan. jalan yang nyaris hidup 24 jam itu kondisinya sudah tidak layak di sebut jalan provinsi, lebih mirip jalan kampung. kondisi yang lebih dari 5 tahun di biarkan seperti itu.
oh ya..kenapa ngbuburit......karena saat saya ngabuburit terjadi kecelakaan di depan saya justru karena jalan yang rusak ini, seorang pengendara motor yang saya sangkakan belum hafal daerah ini menjadi korban karena jalan berlubang, kakinya patah, tubuhnya luka luka lecet karena terseret kendaraanya.
saya tidak mengerti apa yang membuat jalan ini tidak di perbaiki.apa karena duitnya di korupsi.....ahh saya tidak mau menyangka biar kpk saja yang cari tahu, tapi yang pasti jalan ini adalah infrastruktur utama dalam hal pemerataan kesejahtera an kalau jalan aja terbengkalai hampir 5 tahun apalagi warganya.mau sampai kapan, mau berapa korban lagi yang harus luka dan bahkan berkorban nyawa...
yah..itulah ceritaku yang sebenarnya ingin saya ceritakan...harapan kami semua tentang perbaikan jalan agar kami juga layak di sebut warga masyarakat indonesia selayak kehidupan warga masyarakat indonesia lainnya.
mudah - mudahan cerita ini mampu membangkitkan hati nurani bapak - bapak atau ibu - ibu yang terkait...
mohon maaf kalau bahasanya tidak intelek, maklum hanya seorang lulusan sekolah menengah,itupun dengan nilai pas pasan
terima kasih atas perhatian dan dukungan untuk teman teman atas penulisan saya yang perdana ini, mudah-mudahan ada manfaatnya.
orang jalan - jalan sore "ngabuburit" ngalor ngidul sekedar
menunggu waktu berbuka. Bersama anak perempuanku yang
berumur 3 tahun dan satu keponakan kurang lebih umurnya
sama kami juga melakukan aktivitas itu.
sebelum dilanjutkan saya ingin memperkenalkan tanah tempat lahirku ini.saya tinggal di desa yang terletak lebih kurang 70 km dari serang ibukota provinsi banten,45 km dari kab pandeglang dan 60 km dari ibukota kabupaten lebak. saya tinggal di desa keusik kec banjarsari kab lebak banten..yah..jarak yang lumayan jauh ke kabupaten untuk sekedar menyelesaikan kebutuhan administrasi.
jalan yang melewati daerahku adalah jalan kelas 3 milik provinsi yang menghubungkan pesisir banten dengan ibukota provinsi,melalui 3 kabupaten yaitu kab serang,kab pandeglang dan kab lebak.
kab lebak adalah berbatasan dengan wilayah bogor di bagian timur dan kab sukabumi di bagian selatan.
perkenalan yang panjang, sekarang kembali ke ngabuburitnya...
kenapa ngabuburit yang di ceritakan...yah memang bukan itu . saya justru ingin menceritakan kondisi jalan tempat favorit kami jalan jalan. jalan yang nyaris hidup 24 jam itu kondisinya sudah tidak layak di sebut jalan provinsi, lebih mirip jalan kampung. kondisi yang lebih dari 5 tahun di biarkan seperti itu.
oh ya..kenapa ngbuburit......karena saat saya ngabuburit terjadi kecelakaan di depan saya justru karena jalan yang rusak ini, seorang pengendara motor yang saya sangkakan belum hafal daerah ini menjadi korban karena jalan berlubang, kakinya patah, tubuhnya luka luka lecet karena terseret kendaraanya.
saya tidak mengerti apa yang membuat jalan ini tidak di perbaiki.apa karena duitnya di korupsi.....ahh saya tidak mau menyangka biar kpk saja yang cari tahu, tapi yang pasti jalan ini adalah infrastruktur utama dalam hal pemerataan kesejahtera an kalau jalan aja terbengkalai hampir 5 tahun apalagi warganya.mau sampai kapan, mau berapa korban lagi yang harus luka dan bahkan berkorban nyawa...
yah..itulah ceritaku yang sebenarnya ingin saya ceritakan...harapan kami semua tentang perbaikan jalan agar kami juga layak di sebut warga masyarakat indonesia selayak kehidupan warga masyarakat indonesia lainnya.
mudah - mudahan cerita ini mampu membangkitkan hati nurani bapak - bapak atau ibu - ibu yang terkait...
mohon maaf kalau bahasanya tidak intelek, maklum hanya seorang lulusan sekolah menengah,itupun dengan nilai pas pasan
terima kasih atas perhatian dan dukungan untuk teman teman atas penulisan saya yang perdana ini, mudah-mudahan ada manfaatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar