Puskesmas mu puskesmas ku puskesmas Banjarsari kab lebak.
SAAT MELAYANI TIDAK DARI HATIHari itu selasa tgl 28 okt 2014 aku dengan diantar anak dan istri berobat ke puskesmas ( sudah hampir 3 hari aku merasa sakit di perut dan badan terasa gag enak) . Seperti biasa ketika sampai di puskesmas harus daftar dulu di bagian registrasi, istri yang mendaftarkan sedangkan aku langsung duduk di bangku yang nampak kosong ( hari itu tidak terlalu ramai ) setelah dapat kartu panggil aku langsung menuju meja "penafisan " yang sudah tersedia tidak jauh dari tempat pendaftaran.
Oleh suster yang menjaganya tsb (tidak menggunakan atribut papan nama jadi aku tidak tahu namanya )aku di tanya sedetail detailnya tentang penyakitku. tidak lebih dari 15 menit tanya jawab selesai dan aku di arah kan ke ruangan dokter jaga.
masuk ke ruangan praktek dokter sudah ada seorang dokter wanita yang biasa di panggil dr.sara dani, Orangnya lumayan enak dan komunikatif .
Beliau mempersilahkan saya duduk dan dengan ramahnya mulai melaksanakan tugasnya sebagai seorang dokter.
Selesai di periksa aku dan anakku langsung menuju tempat parkir sedangkan istri menebus resep yang di berikan dokter tadi. Agak lama bahkan boleh di katakan cenderung lama menunggu istri menebus resep ( padahal nyaris tidak ada pasien lain yang ada di puskesmas tersebut).
Dengan sabar aku menunggui istri di tempat parkir yang panas ( puskesmas ini belum punya parkir layak, mobil dan motor berserakan suka suka dimana aja parkirnya) akhirnya 10 menit ( terlalu lama mengingat tidak ada pasien lain ) istri keluar dan kami pun pulang.
Dan hari ini 30 okt 2014 hari kamis kurang lebih jam 10 saya dengan diantar keluarga ( masih anak dan istri ) kembali ke puskesmas dengan keluhan saat ini nyeri di ulu hatiku.
Seperti biasa harus daftar kemudian ke bagian penafisan dan langsung ke ruangan dokter sara dani ( hari ini pun suasana puskesmas tidak ada pasien yang berobat yang ada hanya pegawai pegawainya yang sibuk mondar mandir dengan kesibukannya masing masing ).
Selepas di periksa aku dan anakku langsung menuju tempat parkir dan langsung menghidupkan mesin motor ( asumsiku dengan tidak ada pasien lain penebusan obat jadi cepat ) tapi tunggu punya tunggu hampir 15 menit istriku belum keluar juga. Dengan rasa jengkel aku masuk kembali ke dalam puskesmas dan menuju ruang obat. Istri sedang duduk di kursi tunggu....dan di dalam ruang obat.......ada 3 orang bidan plus 1 mantri sedang ber haha hihi tanpa memperdulikan orang yang sedang menunggu obat...ooo jadi ini toh yang membuat lama,bagian obatnya ternyata sedang " sibuk " luar biasa bercengkrama mengenai kehidupannya sama temannya sampai tidak memperdulikan orang yang menunggu lama ( kalo penyakit pasiennya parah bisa mati berdiri mbakkkk) aku hanya bisa tertegun melihat itu bahkan kedatanganku dengan wajah jengkelpun hanya di liat sekilas dan kembali sibuk dengan aktivitas nya tersebut ( entah ngomongin orang atau ngomongin kambing tetangga saya gag dengar karena saya pun gag mau tau ).
Akhirnya salah seorang dari mereka keluar dan menanyakan kepentingan kami menunggu dan istri mengatakan sedang tunggu obat yang resepnya sudah di berikan dari tadi ( sungguh pelayanan yang luar biasa) dan tidak berapa lama bahkan nyaris tergesa gesa mereka menyiapkan isi dari resep obat tsb.
Akhirnya kami pulang dengan dongkolnya akibat perbuatan para bidan tsb.
Kami memang warga masyarakat yang bodoh dan bisa di bodohi, tapi kami tetap warga negara indonesia yang hak nya tetap sama (sama dengan semua warga indonesia lain, baik yang pintar maupun kaya ) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dari petugas kesehatan yang nota bene di bayar oleh pemerintah dari pajak rakyat.
Akhir kata kepada semua pihak yang berwenang mengurusi masalah disiplin dalam bekerja ( dalam hal ini Pemkab dan dinkes lebak ) saya berharap dengan tulisan ini mampu menggugah bapak/ibu semua bahwa masih banyak para pegawai " nakal " yang lupa akan tanggung jawab yang di berikan untuk melayani masyarakat..
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar